Pernahkah Anda Berpikir ??




Pernahkah Anda memikirkan bahwa Anda tidak ada sebelum Anda dilahirkan kedunia ini; dan Anda telah diciptakan dari sebuah ketiadaan ??

Pernahkah Anda berpikir, bagaimana bunga yang setiap hari Anda lihat di ruang tamu, yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki bau yang harum serta berwarna-warni ?

Pernahkah Anda memikirkan seekor nyamuk, yang sangat mengganggu ketika terbang mengitari Anda, mengepakkan sayapnya dengan kecepatan yang sedemikian tinggi sehingga kita tidak mampu melihatnya ?

Pernahkah Anda berpikir bahwa lapisan luar dari buah-buahan seperti, pisang, semangka, melon dan jeruk, berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas, yang membungkus daging buahnya sedemikian rupa sehingga rasa dan keharumannya tetap terjaga ?

Pernahkah Anda berpikir bahwa gempa bumi mungkin saja datang secara tiba-tiba ketika Anda sedang tidur, yang menghancur luluhkan rumah, kantor, dan kota Anda hingga rata dengan tanah sehingga dala tempo beberapa detik saja Anda kehilangan segala sesuatu yang Anda miliki di dunia ini ?

Pernahkan Anda berpikir bahwa kehidupan Anda berlalu dengan sangat cepat, Anda pun menjadi semakin tua dan lemah, dan lambat laun kehilangan ketampanan atau kecantikan, kesehatan dan kekuatan Anda ?

Pernahkah Anda memikirkan bahwa suatu hari nanti, malaikat maut yang diutus oleh Allah Swt akan datang menjemput untuk membawa Anda meninggalkan dunia ini ?



Jika demikian, pernahkah Anda berpikir mengapa manusia demikian terbelenggu oleh kehidupan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan dan seharusnya mereka jadikan sebagai tempat untuk bekerja keras dalam meraih kebahagiaan hidup di akhirat ?

Manusia adalah makhluk yang dilengkapai Allah sarana berpikir. Namun sayang, kebanyakan mereka tidak menggunakan sarana yang teramat penting ini sebagaimana mestinya. Bahkan pada kenyataan sebagian manusia hamper tidak pernah berpikir.

Sebenarnya, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berpikir yang sering kali ia sendiri tidak menyadarinya. Ketika mulai menggunakan kemampuan berpikir tersebut, fakta-fakta yang sampai sekarang tidak mampu diketahuinya, lambat laun mulai terbuka dihadapannya. Semakin dalam ia berpikir, semakin bertambahlah kemampuan berpikirnya dan hal ini mungkin sekali berlaku bagi setiap orang. Harus disadari bahwa tiap orang mempunyai kebutuhan untuk berpikir serta menggunakan akalnya semaksimal mungkin.

Seseorang yang tidak berpikir berada sangat jauh dari kebenaran dan menjalani sebuah kehidupan yang penuh kepalsuan dan kesesatan. Akibatnya ia tidak mengaetahui tujuan penciptaan alam, dan arti keberadaan dirinya di dunia. Padahal Allah telah menciptakan segala sesuatu untuk sebuah tujuan, sebagaimana dinyatakan dlaam Al-Qur’an :

“Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi,
dan apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main.
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq,
tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
( Qs. Ad-dukhaan 44 : 38-39 )


“Maka apakah kamu mengira,
bahwa kami sesungguhnya menciptakan kamu
secara main-maian ( saja ),
dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kembalikan
kepada kami ?”
( Qs. Al-Mu’miinun ( 23 ) : 115 )


Oleh karena itu, yang pertama kali wajib untuk dipikirkan secara mendalam oleh setiap orang ialah tujuan dari penciptaan dirinya, baru kemudian segala sesuatu yang ia lihat di alam sekitar, serta segala kejadian atau peristiwa yang ia jumpai selama hidupnya. Manusia yang tidak memikirkan hal ini, hanya akan mengetahui kenyataan-kenyataan tersebut setelah ia mati. Yakni, ketika ia mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya dihadapan Allah Swt; namun sayang sudah terlambat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pada hari penghisaban, tiap manusia akan berpikir dan menyaksikan kebenaran atau kenyataan tersebut :

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam;
dan pada hari itu ingatlah manusia
akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
Dia mengatakan,
“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan ( amal saleh ) untuk hidup ku ini.”
( Qs. Al-Fajr ( 89 ) : 23-24 )



Padahal Allah telah memberikan kita kesempatan di dunia ini. Berpikir atau merenung untuk kemudian mengambil kesimpulan atau pelajaran-pelajaran dari apa yang kita renungkan untuk memahami kebenaran, akan menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi kehidupan di akhirat kelak. Dengan alasan inilah, Allah mewajibkan seluruh manusia, melalui para Nabi dan Kitab-kitab-Nya, untuk memikirkan dan merenungkan penciptaan diri mereka sendiri dan jagad raya.



“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tenyang ( kejadian ) diri mereka?,
Allah tidak menjadikan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya
melainkan dengan tujuan yang benar
dan waktu yang ditentukan.
Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia
benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.”
( Qs. Ar-ruum ( 30 ) : 8 )










Renungan...


             Jika Anda dapat berhenti sejenak kemudian memikirkan tentang kehidupan Anda, Anda akan menyadari bahwa semua ingatan Anda walaupun mungkin terdiri atas beberapa decade, akan berarti sebagai perbincangan beberapa menit saja. Apa yang pernah Anda pikir penting, atau yang benar-benar Anda kejar, atau yang coba Anda hindari, kini semuanya adalah bagian dari masa lalu. Apapun yang mengingatkan kita pada pikiran-pikiran dan perasaan ini, itu hanyalah kenangan.


            Bagaimanapun juga, dalam pandangan Allah, setiap kata yang Anda ucapkan dan setiap pikiran yang terlintas dalam benak Anda telah diketahui-Nya. Setelah mati, dimana masing-masing manusia telah ditetapkan waktunya, rekaman setiap tindakan kita akan dibeberkan dihadapan kita. Yang akan terlihat dari kehidupan kita hanyalah terdiri atas detik demi detik, tanpa terlewat satu bagian kecilpun. Dalam pandangan Allah, tak ada rincian hidup kita yang terlupakan.


            Jika dalam setiap aspek kehidupan, Anda menghabiskan hidup dengan berserah diri kepada kekuasaan mutlak Allah Swt, menerima tujuan penciptaan-Nya, kemudian menyadari kebaikan dalam segala hal, serta sadar akan kesempurnaan dalam setiap rencana Ilahiah yang ditetapkan oleh Allah, Anda dapat memastikan bahwa hasil akhir Anda akan baik.


            Hal itu karena disaat kematiannya, manusia dihadapkan pada dua pilihan. Jika yang satu telah dijalankan dengan nilai-nilai yang dinyatakan oleh Allah, ia akan mendapatkan keselamatan abadi. Jika tidak, ia akan mengalami kesengsaraan tak berujung. Akhlaq yang Allah meminta kita untuk melaksanakannya adalah berupa rasa syukur terhadap-Nya dalam segala hal, tak peduli bagaimanapun kondisi dan keadaannya. Allah menginginkan kita meyakini bahwa pasti ada kebaikan dalam segala hal yang menimpa kita dengan menyadari bahwa semua itu berasal dari Allah.


            Menerima apapun yang menimpa kita dan meyakini bahwa ada kebaikan dalam setiap kejadian walaupun tampaknya merugikan, malahan bersyukur untuk semua itu, bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Ia adalah kebenaran yang disadari melalui pemahaman akan kebesaran dan keagungan Allah. Seseorang hanya perlu mengenal Tuhannya – Pencipta alam semesta – dan peristiwa apapun yang terjadi didalamnya serta bersyukur atas semua itu. 




        Sejak pertama kali seseorang membuka matanya di dunia, Allah lah yang menetapkan setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Allah lah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, dan Maha Adil. Semua diciptakan Allah dalam rangka memenuhi rencana-NYa dan untuk tujuan Ilahiah, sebagaimana difirmankan Allah dalam sebuah ayat Al-Qur’an : “Sesungguhnya, kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. “ ( Qs. Al-Qamar : 49 ). Dalam cahaya kekuasaan dan kehebatan Allah yang tiada batasnya, manusia hanylah makhluk yang lemah. Tanpa kemurahan dari kasih Allah, ia tidak akan bisa bertahan. Melalui kemampuannya untuk memahami dan mempertimbangkan, manusia dapat memahami sesuatu hanya seluas apa yang diizinkan Penciptanya. Adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan maksud-maksud Ilahiah yang telah di tetapkan-Nya. Apapun yang kita alami dalam hidup ini, kita harus tetap ingat bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta, dan Dia mengetahui, melihat, mendengar apa yang tidak dapat kita ketahui, lihat, dan dengar; dan bahwa Allah mengetahui sesuatu yang akan terjadi dan tidak kita sadari. Demikianlah, kita menyadari bahwa Allah lah yang menyebabkan terjadinya setiap peristiwa sesuai dengan tujuan ilmiah, yaitu untuk kebaikan kita.


           Dengan meyakini hal ini, kita akan memiliki pandangan yang lebih baik. Dengannya, kita merasa bersyukur atas segala yang terjadi pada diri kita. Dengan kata lain, seseorang akan berupaya untuk melihat kebaikan dalam segala sesuatu yang didengarnya, dilihatnya, dan menimpanya. Dalam setiap fase kehidupan, ia akan memahami  kehidupan ini secara benar dan tepat. Ia dapat membuat keputusan yang benar antara apa-apa yang ditawarkan kepadanya. Dalam Al-Qur’an digambarkan, “ Sesungguhnya, kami telah menunjukkan jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir “
( Qs. Al-Insaan : 3 ).


Kehendak manusia dan kehendak Allah mencapai hasil akhir yang mulia, yakni kehidupan abadi di Syurga….



Takdir Yang Disalahpahami..


Selama hidupnya, orang terus-menerus merencanakan masa depan mereka, bahkan keesokan harinya atau sejam berikutnya. Pada waktu tertentu, rencana ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Tetapi, kadangkala mereka tidak dapat mencapainya karena hal-hal yang tidak diharapkan. Mereka yang jauh dari ajaran islam menganggap hal tersebut sebagai kesulitan yang tidak disengaja.

            Sebenarnya, tak ada rencana yang pasti terselesaikan, ataupun kesulitan yang tak dapat dicegah. Semua kejadian yang dihadapi seseorang dalam hidupnya telah ditentukan sebelumnya oleh Allah dalam takdir-Nya. Hal ini disebutkan dalam ayat berikut :

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian ( urusan ) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadar ( lamanya ) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” ( Qs. As-sajadah : 5 )


“Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”
( Qs. Al-Qamar : 49 )



Seorang mukmin salah mengira bahwa hari-hari yang dilaluinya adalah apa yang telah ia rencanakan sebelumnya. Kenyataan sebenarnya adalah bahwa ia hanya menyesuaikan diri dengan takdir Allah yang telah ditetapkan atasnya. Bahkan jika seseorang mengira bahwa ia telah berperan dalam sebuah situasi, ia menganggap mengubah takdirnya. Sebenarnya ia mengalami moment lain yang telah ditakdirkan untuknya. Tak ada satu waktupun dalam kehidupan terjadi diluar takdir. Seseorang yang sedang koma, tak lama kemudian meninggal karena Allah telah menakdirkannya demikian. Sedangkan orang dengan kondisi yang sama sembuh berbulan-bulan kemudian karena ia telah ditakdirkan demikian.



Bagi orang yang tak benar-benar mengerti arti takdir,
semua peristiwa terjadi karena ketidaksengajaan.
Ia salah mengasumsikan bahwa segala yang ada di alam semesta ini mandiri keberadaannya.
Itulah mengapa ketika ia terkena bencana,
ia menganggapnya sebagai suatu kesialan.
Meski demikian, manusia terbatas kearifan dan pemahamannya,
ia bahkan dibatasi oleh ruang dan waktu.
Disisi lain,
semua yang menimpa seseorang telah direncanakan oleh Allah Swt,
Pemilik Kebijaksanaan yang tak terbatas,
Dia yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.


            “Tak ada satu bencanapun yang menimpa di muka bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah teertulis dalam kitab ( Lauh Mahfuz ) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah .” ( Qs. Al-Hadiid : 22 )



Pada dasarnya, apa yang harus diselesaikan seseorang adalah menyerahkan dirinya pada takdir yang telah ditetapkan oleh penciptanya, dan tetap menyadari bahwa segalanya akan berakhir. Sesungguhnya, orang yang benar keimanannya menggunakan setiap detik kehidupan mereka dengan mengakui kenyataan bahwa apapun yang terjadi, semuanya merupakan bagian dari takdir mereka, dan bahwa Allah swt telah merencanakan keadaan tersebut dengan maksud-maksud tertentu. Mereka harus mengambil manfaat dari pandangan yang positif ini. Mereka bahkan menilainya sebagai suatu kebaikan. Akhlak mulia dan penyerahan diri total yang dijalankan oleh orang-orang beriman dijelaskan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut :

“Katakanlah, ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
( At-Taubah : 51 )



Pada akhirnya, seseorang tidak akan pernah bisa mencegah terjadinya suatu peristiwa, baik ia menilainya sebagai suatu kebaikan atau keburukan. Jika ia melihat kebaikan dalam segala hal, maka ia akan selalu mendapatkan manfaat. Jika sebaliknya, maka ia hanya akan membahayakan dirinya sendiri. Karena itulah, tanggung jawab seorang manusia sebagai abdi Allah adalah untuk menyerahkan dirinya kepada keadilannya yang tak terbatas dan takdir yang telah ditentukan-Nya demi untuk menghargai semuab peristiwa sebagai suatu kebaikan dan orang yang demikian menyaksikan takdirnya dengan hati yang tenang dan damai.  


            

Hati Yang Selamat


Hati yang selamat yang terhindar dari Azab Allah Swt adalah hati yang yang pasrah dan menerima perintah-Nya, yang tidak ada lagi penenteangan terhadap perintah dan wahyu-Nya. Tidak ada yang memenuhinya kecuali Allah swt. Tidak ada yang Ia inginkan selain Allah Swt. Ia hanya menunaikan apa yang diperintahkan Allah Swt. Hanya Allah-lah yang ia tujuan, hanya perintah-Nya yang ia tunaikanlah, dan hanya aturan-Nya yang menjadi cara serta jalan hidupnya. Tidak ada sedikitpun yang menjadi penghalang antara ia dan keimanan terhadap wahyu-Nya. Bahkan setiap kali keraguan itu terlintas, ia pun tahu bahwa keraguan itu tidak akan membuatnya tenang. Juga tidak ada hawa nafsu yang merintanginya untuk mencari ridho Allah Swt.


            Ketika hati sudah demikian keadaannya, maka ia bersih dari kemusyrikan, bid’ah, kesesatan, kebathilan, dan semua hal yang sejalan dengan hal-hal tercela tersebut. Pada hakikatnya, hati yang selamat adalah hati yang berserah diri kepada Tuhannya, yang menyembah-Nya dengan penuh rasa Malu, penuh harapan, dan penuh hasrat. Dengan demikian, ia lebur dalam cinta sang Rabbi, dan bersih dari segala sesuatu selain Dia. Ia lebur dalam rasa takut kepada-Nya, dan tidak ada rasa takut kepada yang lain. Ia lebur alam pengharapan kepada-Nya, dan tidak mengharapkan selain Dia. Ia menerima segala perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dengan penuh keimanan dan ketaatan. Ia berserah diri kepada Qadha dan Qadar-Nya, sehingga tidak berprasangka buruk, menentang dan marah terhadap segala ketetapan-Nya. Ia berserah diri kepada Tuhannya dengan penuh kepatuhan, kerendahan, kehinaan dan kehambaannya.


            Ia menyerahkan segala perbuatan, perkataan, perasaan dan intuisi, baik lahir maupun bathin kepada tuntunan Rasul-Nya, dan menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan tuntunan itu. Jadi, apa yang sejalan dengan tuntunan Rasulullah Saw dia terima, dan apa yang bertentangan ia tolak. Sedangkan sesuatu yang tidak jelas, apakah sejalan atau bertentangan, maka ia menunda dan menghindarinya, sampai hal itu menjadi jelas. Ia tidak berseberangan dengan wali ataupun Golongan Allah Swt yang beruntung, yang membela dan menegakkan agama dan sunnah Nabi-Nya. Ia melawan musuh-musuh Allah yang menentang kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya. Yaitu orang-orang yang keluar dari jalan yang lurus, dan mengajak       orang lain untuk menentang Al-Qur’an dan As-sunnah.


Kunci Kebahagiaan

Hari Ini Milik Anda ..


Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya. Dan juga, bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda, inilah hari Anda.


Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan, Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.


Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang paling Khusyu’, bacaan Al-Qur’an yang sarat tadabubr, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan hati dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan ragam, serta perbuatan baik terhadap sesama.


Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijaksana. jadikanlah tiap menitnya laksana ribuan tahun dan tiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah pada hari itu. Ber-istigfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada_nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan ! Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu dan jabatan Anda hari ini dengan penuh keridhaan.


Maka berpegang teguhlah
dengan apa yang Aku berikan kepadamu,
dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.
( Qs. Al-A’raf : 144 )



Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kerisauan, kemarahan, kebencian, dan kedengkian.


Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat ( bila perlu di tulis pula di atas meja kerja Anda ) “Harimu adalah hari ini” . Yakni, bilaAnda hari ini dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari ( yang belum tentu ada ) itu akan merugikan Anda ?


Jika Anda dapat meminum air jernih dan segar hari ini, maka kenapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi ?

Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat, maka Anda akan dapat menundukkan diri dan berpegang teguh pada prinsip “ Aku hanya akan hidup hari ini “. Prinsip inilah yang akan menyibukkan Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.



Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati,

Hanya hari ini aku berkesempatan mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hari ini saja aku dapat hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, dan kebaikan tutur kata dan tindak-tandukku.

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akn berusaha sekuat tenaga untu taat kepada Rabb , mengerjakan sholat sesempurna mungkin, membekali diri dengan sholat-sholat sunnah nafilah, berpegang teguh kepada Al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat ujub, takabur, riya’ dan buruk sangka.


Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun.  Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, member makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang di zalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil dan berbakti kepada orang tua.



Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan,


“ Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai,
tenggelamlah seperti mataharimu.
Aku tak akan pernah menangisi kepergiaanmu,
dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung
sedetikpun untuk mengingatmu.
Kamu telah meninggalkan kami semua,
pergi dan tak pernah kembali lagi. ”



  
“ Wahai masa depan,
engkau masih dalam kegaiban.
Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan
dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan.
Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada.
Karena esok hari mungkin tak ada sesuatu.
Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan,
dan tidak ada satupun darinya yang bisa disebutkan. ”



“ Hari ini milik Anda “
adalah ungkapan yang paling indah dalam
“Kamus Kebahagiaan “
Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan
  

 La Tahzan

           

Yang Lalu Biarkan Berlalu..


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.




Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang Pengelupaan, di ikat dengan tali yang kuat dalam penjara Pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan didalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali. Karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah paying gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu ! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempat terbitnya, seorang bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.


Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan mempuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur’an, setiap kali selesai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu” . Begitulah ketika suatu perkara habis, maka selesailah urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.


Orang yang berusaha kembali ke masa lalu,
adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung
atau orang yang menggergaji serbuk kayu.

            Syahdan, Nenek moyang kita dulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian, “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat dari kuburnya” . Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai seperti ini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak ?”
            “Aku benci khayalan” jawab keledai.


            Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan hanya di sibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk . Padahal betapapun seluruh manusia dan jin telah bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

            Orang yangn berpikir jernih tidak akan pernah sedikitpun melihat dan menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan, air akan mengalir kedepan, setiap kafilah akan berjalan kedepan, dan setiap sesuatu akan bergerak maju kedepan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan !!.


La Tahzan

Jangan Jadikan Aku Istrimu, Jikaa...




Jangan jadikan Aku Istrimu,
Jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain,kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu,melihatmu begitu pulas,wajah mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.


 Jangan Jadikan Aku istrimu, ....
Jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam,sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku,membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.


 Jangan Jadikan Aku Istrimu, ....
Jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita.kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku,padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.


 Jangan Jadikan Aku Istrimu, ...
Jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan diriku ,kamu tahu betul kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen kita untuk hidup bersama.


 Jangan Jadikan Aku Istrimu, ...
Jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperingatkan kesalahanku, sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.


 Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu, ..
Jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga.Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga kerana kita tidak hidup hari ini saja.


 Jangan Buru-buru Menjadikan Aku Istrimu,
Jika saat ini kamu masih ingin bersenang2 dengan teman2mu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.Menikah bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing2 tanpa melupakan kewajiban.


 Jangan Buru-buru Menikahiku, .
Jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi mudamu, aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu,meski menikah denganmu adalah impian terbesarku,aku tidak akan keberatan menunda itu demi cita2mu karena aku juga punya cita2 dan aku tahu bagaimana rasanya jika berhasil meraihnya.


 Jangan Buru-buru Menikahiku, ..
Jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya.Bagiku hidup lebih lebih dari angka yang kita sebut umur,aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.


 Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu, ..
Jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman2mu.Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan,aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.


 Jangan Jadikan Aku Istrimu, ...
Jika kamu masih berpikir kamulah cinta pertamaku sedang setiap hari aku masih harus mendengar nama2 mantanmu dan berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus yakin, kamulah cinta terakhir dan satu2nya cinta yang ingin ku jalani sampai akhir hayatku...


 Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ...
Jika kamu pikir bisa menduakan cinta, kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.


 Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu, ....
Jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan, jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.



CINTA Adalah....



Cinta sempurna adalah cinta saling melengkapi. Tak pernah menyakiti dan mengingkari dirinya sendiri. Sebab ia tulus dan ikhlas ketika memberi dan menjalani semua penderitaan dengan segala pengorbananya. Demi sebuah kebahagiaan.




Cinta bukan apa-apa bagi yang tidak pernah merasakan. Sebab ia hanya sebuah kata. Mudah di ucap. Namun tidak mudah untuk di jelaskan.

Cinta adalah asal mula. Menjadi awal dari segala rasa ketika jiwa ingin menyatu dengan takdirnya. Kembali pada asal mula berasal. Dan abadi di tempatnya.

Cinta adalah pencarian. Karena dia adalah sebuah proses pencarian diri di dalam cinta. Untuk menemukan cinta di dalam dirinya.

Cinta adalah ujian. Kesetiaan menanti hadirnya selalu di harapkan. Hingga kelulusan itu terpenuhi dengan ketulusan hati.

Cinta adalah akhir. Tujuan terakhir yang mengakhiri segala bentuk. Kemudian menyatu. Dan berakhir di dalam cinta itu sendiri.

Cinta adalah suci. Kesucian yang tak tertandingi. Kesucian yang tak tak ternodai. Sebab ia murni. Lahir dari kedalaman hati.

Cinta adalah noda. Begitu kotor penuh lumpur yang menodai jiwa. Hingga tak mampu di basuh. Walau dengan lautan air mata.

Cinta adalah rasa. Tak pernah berwujud. Namun hadirnya terasa menyentuh. Walau tanpa bumbu, ia akan terasa nikmatnya.

Cinta adalah sebuah kerendahan. Sebab dengan cinta. Akan hancur semua kesombongan. Hingga menjadi rendah, serendah hatinya.

Cinta adalah gila. Siapapun yang menyentuhnya akan menjadi gila. Melupakan apa saja. Bahkan meninggalkan segalanya.

Cinta adalah bahagia. Lebih bahagia dari apa saja. Mampu membuatnya tertawa. Karena kebahagian itu tak terukur dengan sifat benda di dunia.

Cinta adalah duka. Bila berpisah merindukanya. Bila bertemu akan merasa ketakutan. Takut berpisah, terlebih kehilangan.

Cinta adalah duka yang bahagia. Dengan tawanya ia berduka. Dengan duka ia akan menyatu. Dalam tawa dan merasa bahagia untuk selanjutnya.

Cinta adalah derita. Karena dia akan membawa dirinya dalam penderitaan. Dalam rindu. Dalam segala hal yang membelenggu setiap gerak dan desah nafas.

Cinta adalah jerat yang mengikat. Begitu kuat. Hingga siapapun tak mampu berlari. Bahkan tak mampu berpaling sedikitpun darinya.

Cinta adalah benang-benang emas berduri. Begitu indah menali. Namun penuh duri. Dan akan terasa pedih ketika tertusuk olehnya.

Cinta adalah luka. Luka yang menganga. Luka yang mengalirkan air mata. Hingga tak ada yang mampu menyembuhkanya. Selain dengan belaian cinta itu sendiri.

Cinta datang dengan tiba-tiba. Dan menghancurkan jiwa begitu saja. Saat itulah cinta memaksa jiwa untuk merasakan sakit dan pahitnya.

Cinta datang tak mengenal alasan. Sebab ia datang tak di undang. Tak di harap. Namun pasti menghampiri setiap hati.

Cinta datang serupa air. Mengalir jernih. Menjadi sumber setiap kehidupan. Seteguk darinya adalah obat bagi dahaga.

Cinta datang serupa surya. Terang benderang. Menerangi hari. Bahkan mampu membuat silau bagi siapapun yang memandang.

Cita datang serupa hujan. Bergemericik dalam satu nama dengan jumlah tak terkira. Membuatmu basah. Senang dan sedih karenanya.

Cinta datang serupa angin. Begitu halus menghembus. Pelan berjalan. Namun pasti memasuki setiap hati tanpa terkecuali.

Cinta datang serupa api. Ia membakar. Memanaskan. Kadang juga menghanguskan siapapun yang bermain di dalamnya.

Cinta datang serupa bumi. Kadang begitu lembek. Lentur. Kadang mengeras. Dan setiap saat bisa saja pecah dan mengelupas.

Cinta datang serupa batu. Begitu padat dan berat. Menyesakan paru ketika hempaskan setiap desah nafas.

Cinta datang serupa jarum yang menghujam. Menusuk kejam. Tanpa ampun merajam. Hingga jiwa-jiwa itu menjadi gila.

Cinta datang serupa pisau belati. Menyayat-nyayat jiwa. Mengiris-irisnya dengan tipis. Terasa begitu liris. Hingga membuat siapapun menangis.

Cinta datang serupa pedang. Tajam. Membelah jiwa dan mencacah-cacahnya. Menjadi kepingan tak berserat. Hingga begitu nikmat ketika di lumat.

Cinta datang mengetuk hati. Dengan tulus. Kadang meyakinkan. Kadang menyakitkan. Kadang juga membahagiakan.

Cinta akan selalu mengabdi. Cinta sejati tidak akan mudah berpindah. Sebab ia abadi menghuni hati dengan kesucian dan ketulusanya.

Cinta akan selalu berkorban. Demi kebahagiaan. Demi keabadian. Karena dia akan mengabdi pada satu hati sampai mati. Dan kemudian nanti.

Cinta begitu indah. Penuh warna-warna mempesona. Menghias setiap jiwa. Hingga tampak indah berseri hidup di dalamnya.

Cinta begitu mengharukan. Memilukan. Siapapun pasti terharu dan menangis karenanya. Hingga habislah air mata.

Cinta begitu kejam. Jahat. Menyakiti siapapun. Tanpa belas kasihan. Sebab cinta bukan sebuah iba yang luruh karenanya.



Cinta. Begitu ia ingin menghampiri. Dengan tenang ia-pun datang. Diam mengendap-endap. Kemudian mengendap. Menjelma jadi apapun. Membentuk dirinya dalam segala wujud. Menyatu dengan alam. Menyatu dengan sifat. Begitu melekat. Erat. Laksana lelehan aspal memenuhi jalan. Setiap jalan. Setiap jengkal. Setiap lekuk. Setiap kehidupan. Sedang takdir insan adalah berani mengatur langkah untuk melaluinya. Agar tidak terjebak dan mati sia karena cinta. Sebab cita sejati adalah cinta abadi yang berasal dari pemilik cinta itu sendiri.

***


Cinta. Kadang begitu rumit dan membingungkan. Ruwet kayak benang di uwel-uwel. Tampilanya begitu sederhana. Namun sulit di terjemahkan dengan logika. Dan jika benar cinta itu memang rumit. Maka, cintailah ia dengan cara sederhana.



Sang Bayang