Butiran Air Mata Tafakur T_T

Kau bilang, kau ingin masuk Surga 
Surga tertinggi dekat Arsy-Nya 
Surga tertinggi dekat Rasul-Nya 
Surga bertabur pohon biduri tak berduri, buah yang tersusun rapih, susu dan madu mengalir syahdu.. Benar begitu ??

Tapi, kenapa kau tidak berlari dari jejak langkahmu menuju Neraka
Kenapa kau tertatih namun pasti mengerjakan perintah-perintah neraka
Kau merasa bangga ketika telah berbuat dosa
Kau tega, membuat Ia menangis karena ulahmu di dunia
Kalau saja kau tau, Ia menangis, malu, tak tega ketika engkau berbuat nista
Ia sedih, mengapa engkau mengerjakan pekerjaan mengarah ke neraka
Padahal, Ia sudah jauh-jauh hari mengingatkanmu, mengingatkanmu tentang hal itu
Hal, yang akan mengantarkanmu dalam nikmat di atas nikmat
Dan kenikmatan tak terhingga ketika engkau melihat langsung wajah-Nya
Hahhhh ...
Kau terlalu percaya diri
Kau terlalu percaya diri akan masuk surga
Kau terlalu yakin akan masuk ke dalam surga dan berkumpul dengan keluarga
Kau terlalu ....
Padahal, kau selalu menjauh dari perintah yang akan mengantarkanmu ke surga
Sejengkal demi sejengkal. Selangkah demi selangkah
Sejauh hingga kau benar-benar menjauh, tenggelam dalam tawamu
Kau melupakan-Nya, ketika kau dalam selimut bahagia; dunia
Kau tidak mengingat-Nya, ketika kesenangan menggelayut di dada
Kau lupa dari apa, siapa, dan dari mana kau diciptakan
Kau lupa ..
Atau kau sengaja melupakannya
Tapi, kau masih percaya diri, terlalu yakin bahwa kau akan masuk ke dalam surga-Nya, padahal kau sering pelupakannya
Apa sebenarnya maumu ?
Ingin masuk ke dalam villa-Nya
Bermain dan menikmati jamuan yang diberikan oleh-Nya
Namun, kau lupa membeli tiketnya
Kau lupa meraih tiket untuk masuk ke dalam surga-Nya
Kau lupa ...
Lupa, atau sengaja melupakan
Masih percaya dirikah kau akan masuk surga ??
Seberapa besar kepercayaan diri itu
Bandingkan !!
Bandingkanlah dengan orang-orang sholeh/ah, yang setiap malamnya selalu terjaga bermunajat kepada-Nya; lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan; menahan kantuk saat yang lain terlelap dalam mimpi indahnya, yang setiap harinya menahan lapar dan dahaga untuk-Nya, yang dhuhanya tidak pernah terlupa, yang tilawah menjadi santapan hariannya, yang wudhunya senantiasa terjaga, yang mesjid menjadi tempat idolanya, yang istighfar dan dzikir selalu menghiasi lidah dan hatinya..
Menangis dikeheningan malam akan segenap harapan kepada-Nya
Bandingkanglah dengan orang-orang disekitarmu, apakah kau lebih baik dari padanya
Apakah kau lebih sholeh/ah, mulia dibandingkan tetanggamu, saudaramu atau ...
Kalau dalam hatimu saja berkata tidak ...
Masihkan tinggi kepercayaan dirimu untuk masuk ke dalam surga-Nya
Renungkanlah !!
Angkatlah kedua tanganmu
Rukuklah bersama orang-orang rukuk
Sujudlah bersama orang-orang sujud
Taubatlah besama orang taubat ..
Menangislah bersama hati yang terus menangis
Sebelum waktumu habis..
Muhasabbah untuk ana dan antum/antunna semua..
Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)
Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)

Salam,

DE@Humaira

No comments :

Post a Comment